Rabu, 28 November 2012

sajak tadi malam



tiba-tiba ku terbangun.
tarhenyak aku dalam lamunan.
air mata pun menetes.
mengalirkan titik-titik keriduan.
kepada sang pujaan.


maaf bila kuterus merinduimu.
karna perasaankku
trlalu hening dan begitu kering.

mungkinkah aku mampu
menjadi pangeran seperti yang kau mau
menghibur semua lara dihatimu
membawamu kedalam buaian kalbu

meski hati kian merancu.
biarlah kutunggu bersama waktu.
menunggu untuk ku ungkapkan prasaan itu.
atau kapan kau kan datang kepadaku.

kini ku menanti sang pagi.
bersiap tuk menjemput sang mentari.
menjalani aktivitas hari ini.
dan hilangkan kegalauan yang semakin meninggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar